BERITA

Bupati Tasikmalaya: Warga Harus Siap dengan Perbedaan

Senin, 16 Januari 2017 | 09:24 WIB
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum menanam padi organik di pesawahan Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (8/4/2016).

 

BANDUNG, KOMPAS.com--Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum menyatakan warga Tasikmalaya umumnya Jawa Barat yang beraneka ragam agama dan budaya harus siap dengan perbedaan untuk mewujudkan kebersamaan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kita harus siap berbeda, kalau kita siap berbeda berarti hakekatnya kita siap bersama," kata Uu melalui siaran pers yang diterima Antara, Minggu.

Ia menuturkan, Jawa Barat merupakan daerah yang beragama dan berbudaya dengan toleransi yang tinggi dalam mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika.

Jawa Barat, lanjut dia, memiliki keberagaman agama dan budaya yang dapat menjadikan daerah lebih maju dan memiliki toleransi tinggi antarmasyarakatnya.

"Kita harus menjaga kebersamaan apapun komunitas dan kelompoknya ormas atau LSM, kita harus menjaga keutuhan orang Sunda dan daerah Jawa Barat," katanya.

Ia menyampaikan, mewujudkan kerukunan antarsesama masyarakat, umat dan berbeda umat yaitu dengan membangun jalinan komunikasi yang baik sehingga tidak terjadi perpecahan.

Para pejuang Indonesia dahulu, kata dia, mengamanahkan untuk menjaga NKRI dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika sehingga Indonesia maju berkembang.

"Begitu juga untuk memajukan Jawa Barat kita harus bersatu, dan tetap menjalin ukhuwah islamiyah," kata pria yang berencana mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat itu.

Menurut dia, Jawa Barat sebagai provinsi yang sangat besar harus memiliki rasa solidaritas tinggi terhadap semua elemen masyarakat untuk memajukan kesejahteraan warga.

Uu berharap perbedaan yang ada di Jawa Barat bukan menjadikan konflik, begitu juga keberadaan organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat yang bertujuan baik untuk bersama menjaga keharmonisan masyarakat.

"Saya mendorong adanya ormas atau organisasi lain yang memiliki tujuan baik untuk memajukan Jawa Barat, bukan untuk memecah belah Jawa Barat," katanya.

Berita Lainnya